Laman

Shared at www.kikiyo.co.cc.

Selasa, 18 Januari 2011

Berita hiburan


Jelajah Kehidupan Malam di Pantai Pattaya



PANTAI Pattaya memang tidak seindah pantai-pantai eksotis di Indonesia. Tetapi Pantai Pattaya memiliki nama mendunia dan menjadi salah satu tujuan wisata internasional.

Sebelumnya, Pattaya hanyalah desa nelayan kecil di pesisir Pantai Thailand. Semuanya berubah ketika ratusan prajurit Amerika pada 1961 menjadikan Pattaya sebagai tempat berlibur.

Tak lama kemudian, geliat wisata pantai semakin lekat dengan Pattaya. Hingga makin berkembang dengan banyak didirikannya resor, hotel, dan pusat perbelanjaan terbesar di Asia.

Saking terkenalnya, ada ungkapan yang menyatakan tak lengkap ke Thailand tanpa berkunjung ke Pattaya. Akibatnya, Pantai Pattaya seakan menjadi miniatur dunia.

Selain wisata air, di bagian selatan, dikhususkan untuk para penikmat hiburan malam. Hampir setiap jengkal tanahnya, banyak terdapat hotel dan pusat-pusat hiburan malam khusus orang dewasa.

Tempat clubbing seperti bar, pub, diskotek, menggurita di sini. Kehidupan malam begitu semarak. Tak jauh berbeda dengan kehidupan malam di Pantai Kuta, Bali.

Kenyataan ini pada akhirnya membuat Pantai Pattaya menjadi lekat dengan citra wisata 'syur'. Banyak resor menawarkan tarian binal dan wisata seks di bar-bar yang mereka miliki. Sesuatu yang tentunya amat disukai penikmat seks sesaat atau para Don Juan.

Seks bebas jadi budaya yang memprihatinkan dan meresahkan di Negeri Gajah Putih ini. Sebuah noktah yang menodai nama besar Pantai Pattaya.

Meskipun industri dan pariwisata seks tetap menunjukkan tajinya di kawasan ini, yaitu sebagai penyumbang aliran uang terbesar. Setidaknya, Pantai Pattaya dapat memberikan alternatif lain bagi wisatawan yang hendak melepas lelah dan menikmati keindahan alamnya.

(uky)


ARAK TERTUA DIDUNIA DITEMUKAN
Foto: AFP

HELSINKI - Ahli sampanye telah menemukan botol sampanye yang masih terisi dari Heidsieck, dari reruntuhan kapal dekat propinsi Aaland, Finlandia.

Para penyelam menemukan sebuah kargo berisi sekira 150 botol sampanye akhir Juli lalu di dua bangkai kapal layar yang diperkirakan tenggelam pada tahun 1825-1830, dan akhir November lalu para ahli mengidentifikasikan ada beberapa merek seperti Juglar dan Veuve Clicquot yang dinyatakan paling tua di dunia.

Empat botol diidentifikasikan berasal daru Heidsieck & Co Monopole, yang kini dimiliki oleh Vranken Pommery Monopole.

"Pada tahun 1800an dan awal 1900an Heidsieck merupakan salah satu produsen sampanye teratas, dan merupakan salah satu merk yang kami duga akan ditemukan dalam kargo tersebut," ujar Richard Juhlin, salah seorang ahli sampanye, seperti dilansir AFP, Selasa (18/1/2011).

Juhlin yang juga membantu untuk membuat katalog sampanye mengatakan bahwa botol-botol yang ditemukan tersebut hanya dari Heidsieck yang kondisinya masih bagus.

Dia memperkirakan bahwa botol minuman dari Veuve Clicquot dan Juglar yang kini sudah mulai punah bisa mencapai 100 ribu euro atau sekira Rp1,2 miliar.(rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

post koment nya disini ya! :)